Thursday, January 19, 2012

Pemakaian Kata "Berbagai"

Menurut KBBI arti BERBAGAI adalah:

ber·ba·gai v 1 kl mempunyai persamaan; berbanding; bertara: parasnya elok tiada -; 2 bermacam-macam; berjenis-jenis: - daya upaya telah dilakukan; - cara telah dicoba;
 Pemakaian kata ini dalam kalimat terutama untuk arti nomor 2, misalnya:

1. BERBAGAI cara sudah ditempuh. (Ada cara A ada cara B, dst.)
2. BERBAGAI tumbuhan hidup di halaman rumahnya. (Ada bunga matahari, bunga kembang sepatu, dll)

Yang harus kita waspadai adalah pemakaian kata BERBAGAI di kalimat, seperti ini:
Mereka datang dari BERBAGAI kelurahan di Jakarta Selatan. (Kita tak bisa menggambarkan jenis lurah seperti apa. Artinya sesuatu yang tak bisa diklasifikasi jenis-jenisnya).
 Untuk itu, pada kalimat itu lebih pas menggunakan kata SEJUMLAH atau BEBERAPA saja.


Mereka datang dari SEJUMLAH kelurahan di Jakarta Selatan atau (BEBERAPA kelurahan).
Contoh lain:
Peserta Olimpiade Matematika di Jakarta datang dari BERBAGAI negara (Jenis negara apa ya, Republik, Kerajaan, Komunis?, kayaknya kalimatnya tidak memaksudkan itu).
Sebaiknya kalimat di atas kita ubah seperti ini:

Peserta Olimpiade Matematika di Jakarta datang dari SEJUMLAH negara/BEBERAPA negara.

Semoga kalimat seperti ini bisa kita hindari:
- Cuaca buruk dari berbagai daerah
- Pernah vakum ketika harus kerja di berbagai tempat
- Ratusan pengungsi dari berbagai wilayah di kota Ambon.

Semoga bermanfaat.

Sunday, January 15, 2012

"Ambles" Versus "Amblas"


Anda pasti setuju bahwa pemakaian kata ambles dan amblas acap kali membingungkan kita.
Agar tidak membingungkan, Kata Kita mencoba memberikan perbedaannya. Kata AMBLES kita pakai ketika membicarakan tanah yang turun, anjlok, atau tenggelam.
Adapun 'amblas' kita pakai untuk melukiskan sesuatu yang hilang, raib, atau tidak muncul-muncul lagi.
Contoh dalam kalimat:
- Akibat cuaca hujan, beberapa titik di ruas Jalan Gatot Subroto ambles
- Dalam hitungan detik, uang Rp 5 juta milikinya amblas dirampas pencuri. 
Semoga dengan dua contoh kalimat di atas kita bisa membedakan pemakaian kedua kata ini.


Arti dan Pemakaian Kata "Donor"


Satu lagi kata yang salah kaprah yang sering kita temukan, yakni kata 'donor'.

Apa arti kata donor, kita cek di KBBI:

do·nor n 1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yg menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yg memerlukan):
Dengan demikian, kata 'mendonorkan darah', 'pendonor', 'melakukan donor darah' adalah keliru.

Perhatikan kalimat ini:
Simbiosis mutualisme. Itulah yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya. Artikel ini di Ambil Dari => http://haxims.blogspot.com/2011/05/5-manfaat-dari-donor-darah.html#ixzz1jOMCXYEW By Haxims
Sebaiknya kalimat 'melakukan donor darah' kita ubah menjadi 'mendonasikan darah'; 'menyumbang darah', 'mendermakan darah'. 

Untuk kata 'pendonor' cukup kita sebut 'donor' saja atau 'penyumbang darah'; 'penderma darah'.

Ada juga pilihan kata lain untuk menunjukkan prosesnya, yakni 'pendonasian darah', 'penyumbangan darah'.

Selamat berakhir pekan.

Saturday, January 14, 2012

Antara "Pewaris" dan "Ahli Waris"

Teman-teman,

Ada yang menyebutkan: Kim Jong Un adalah PEWARIS takhta kepemimpinan di Korea Utara.
Padahal, kata PEWARIS itu berarti "orang yang mewariskan". 

Benarkah Kim Jong Un orang yang mewariskan (memberikan) takhta? Bukankah dia yang menerima warisan?

Untuk itu, ada baiknya kita menggunakan kata AHLI WARIS saja supaya maknanya pas. 

Berikut, saya salin-tempelkan arti lengkap dari kata ini, menurut KBBI:
1wa·ris n orang yg berhak menerima harta pusaka dr orang yg telah meninggal; 
-- asli waris yg sesungguhnya, msl anak dan istri; -- karib waris yg dekat hubungan kekerabatannya; -- sah penerima warisan yg sah berdasarkan hukum (agama, adat); 
me·wa·risi v 1 memperoleh warisan dr: krn anak satu-satunya, dialah yg akan ~ seluruh harta kekayaan orang tuanya; 2 ki memperoleh sesuatu yg ditinggalkan oleh orang tuanya dsb: ia tidak saja memperoleh harta kekayaan, tetapi ia juga ~ utang-utang yg ditinggalkan almarhum; me·wa·ris·kan v 1 memberikan harta warisan kpd; meninggalkan sesuatu kpd: gurunya ~ ilmu silat kepadanya; 2 menjadikan orang lain menjadi waris; 
wa·ris·an n sesuatu yg diwariskan, spt harta, nama baik; harta pusaka: ia mendapat ~ yg tidak sedikit jumlahnya; pe·wa·ris n orang yg mewariskan; 
pe·wa·ris·an n proses, cara, perbuatan mewarisi atau mewariskan; 
ke·wa·ris·an n hal yg berhubungan dng waris atau warisan

Sekian dulu ya. Semoga bermanfaat

Salam Kata Kita

"Dimungkiri" bukan "Dipungkiri"


Saya tidak tahu, apakah Anda termasuk yang terganggu ketika media massa, utamanya televisi mengucapkan kata "dipungkiri". Padahal, seharusnya kata itu disebut "dimungkiri". 

Menurut KBBI:
mung·kir v 1 tidak mengaku(i); tidak mengiakan: ia tetap -- atas tuduhan yg ditimpakan kepadanya; 2 tidak setia; tidak menepati (janji); menolak; menyangkal: --akan janjinya; me·mung·kiri v 1 mengingkari; tidak membenarkan: kita tidak - bahwa perjuangan memerlukan pengorbanan; 2 tidak mau mengakui; menolak (tuduhan); tidak menepati (janji): - janji; - tuduhan; 3 menjauhkan diri dr: - perbuatan yg kurang baik
Karena kata dasarnya "mungkir" maka seharusnya ditulis "dimungkiri" bukan "dipungkiri".

Kemungkinan besar, pemakai kata ini "tertipu" dengan kata "memungkiri" yang menduga kata ini berasal dari "me + pungkir + i" sehingga luluh menjadi "memungkiri".

Semoga bermanfaat