Sepanjang hari Jumat (3/2/2012) kemarin, dunia pemberitaan di Tanah Air, utamanya televisi, jejaring sosial FB dan Twitter, dan media online mendadak ramai. Hal ini tak lain karena penetapan status hukum terhadap Angelina Sondakh, mantan Puteri Indonesia, politisi Partai Demokrat, dan juga anggota DPRD.
Perhatian pers bisa dikatakan terfokus pada sosok sensasional ini begitu Abraham Samad, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyebut tersangka baru, yaitu AS, pada kasus suap wisma atlet di Palembang. Menyusul penetapan menjadi tersangka, KPK juga memberikan instruksi kepada Imigrasi berupa larangan atas Angie untuk bepergian ke luar negeri.
Nah, perhatian Kata Kita kali ini adalah pada larangan bepergian ke luar negeri terhadap Angie. Pada beberapa layar televisi di Tanah Air kita menyaksikan judul "Angelina Sondakh Dicekal"; "Angie Dicegah"... Sebagai pemirsa, kita tentu bertanya, sebenarnya Angie itu 'dicekal' atau 'dicegah', ya? Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara 'dicegah' dan 'dicekal'?
Pengertian 'Cekal'
Bila saja media memberikan perhatian pada istilah ini, sudah sepatutnya menulis secara tepat larangan yang diberlakukan atas Angie. Tidak lama setelah pengumuman KPK, Denny Indrayana, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, menegaskan bahwa Imigrasi langsung memerintahkan Direktur Jenderal Imigrasi untuk 'mencegah' Angie. Denny Indrayana menegaskan bahwa Angie 'dicegah'.
Setelah lewat penelusuran di Google, Kata Kita akhirnya menemukan pengertian dari 'cekal' sebenarnya. Kata 'cekal' ternyata merupakan akronim dari 'pencegahan' dan 'penangkalan'.
Terminologi 'pencegahan' diberlakukan dengan alasan yang bersangkutan terlibat urusan bersifat keimigrasian, urusan piutang negara, urusan perkara pidana, serta urusan pemeliharaan dan penegakan keamanan serta pertahanan negara sehingga oleh kondisi itu yang bersangkutan dilarang atau dicegah keluar dari Indonesia. Menurut undang-undang, keputusan pencegahan harus disampaikan dengan surat tercatat kepada orang atau orang-orang yang dicegah selambat-lambatnya tujuh hari sejak tanggal penetapan.
Adapun 'penangkalan' adalah melarang seseorang, baik orang asing maupun warga negara Indonesia, untuk masuk ke Indonesia. Seseorang yang dikenai penangkalan adalah yang diduga terlibat sindikat kejahatan internasional, bersikap bermusuhan atau mencemarkan nama baik Pemerintah Indonesia, pernah diusir dari Indonesia, serta alasan-alasan keimigrasian lainnya.
Jadi, dari pengertian tersebut jelas bahwa larangan terhadap Angie adalah 'pencegahan' bepergian ke luar negeri. Judul 'Angie Dicekal' tentu kurang tepat karena yang bersangkutan tidak dikenai penangkalan oleh pihak Imigrasi.
Semoga bermanfaat. | Apose
Semangat mencintai bahasa Indonesia harus terus dibangkitkan dalam diri sanubari kita. Dengan begitu, bahasa Indonesia akan terus hidup dan menjadi kebanggaan kita semua. Ada banyak hal yang bisa kita didiskusikan dan juga perlu kita luruskan dalam cara berbahasa kita. Bila Anda salah satunya pencinta bahasa Indonesia, mari berdiskusi lewat ruang ini....
Friday, February 3, 2012
Thursday, January 19, 2012
Pemakaian Kata "Berbagai"
Menurut KBBI arti BERBAGAI adalah:
1. BERBAGAI cara sudah ditempuh. (Ada cara A ada cara B, dst.)
2. BERBAGAI tumbuhan hidup di halaman rumahnya. (Ada bunga matahari, bunga kembang sepatu, dll)
Yang harus kita waspadai adalah pemakaian kata BERBAGAI di kalimat, seperti ini:
Semoga kalimat seperti ini bisa kita hindari:
- Cuaca buruk dari berbagai daerah
- Pernah vakum ketika harus kerja di berbagai tempat
- Ratusan pengungsi dari berbagai wilayah di kota Ambon.
Semoga bermanfaat.
ber·ba·gai v 1 kl mempunyai persamaan; berbanding; bertara: parasnya elok tiada -; 2 bermacam-macam; berjenis-jenis: - daya upaya telah dilakukan; - cara telah dicoba;Pemakaian kata ini dalam kalimat terutama untuk arti nomor 2, misalnya:
1. BERBAGAI cara sudah ditempuh. (Ada cara A ada cara B, dst.)
2. BERBAGAI tumbuhan hidup di halaman rumahnya. (Ada bunga matahari, bunga kembang sepatu, dll)
Yang harus kita waspadai adalah pemakaian kata BERBAGAI di kalimat, seperti ini:
Mereka datang dari BERBAGAI kelurahan di Jakarta Selatan. (Kita tak bisa menggambarkan jenis lurah seperti apa. Artinya sesuatu yang tak bisa diklasifikasi jenis-jenisnya).Untuk itu, pada kalimat itu lebih pas menggunakan kata SEJUMLAH atau BEBERAPA saja.
Contoh lain:
Mereka datang dari SEJUMLAH kelurahan di Jakarta Selatan atau (BEBERAPA kelurahan).
Peserta Olimpiade Matematika di Jakarta datang dari BERBAGAI negara (Jenis negara apa ya, Republik, Kerajaan, Komunis?, kayaknya kalimatnya tidak memaksudkan itu).Sebaiknya kalimat di atas kita ubah seperti ini:
Peserta Olimpiade Matematika di Jakarta datang dari SEJUMLAH negara/BEBERAPA negara.
Semoga kalimat seperti ini bisa kita hindari:
- Cuaca buruk dari berbagai daerah
- Pernah vakum ketika harus kerja di berbagai tempat
- Ratusan pengungsi dari berbagai wilayah di kota Ambon.
Semoga bermanfaat.
Sunday, January 15, 2012
"Ambles" Versus "Amblas"
Anda pasti setuju bahwa pemakaian kata ambles dan amblas acap kali membingungkan kita.
Agar tidak membingungkan, Kata Kita mencoba memberikan perbedaannya. Kata AMBLES kita pakai ketika membicarakan tanah yang turun, anjlok, atau tenggelam.
Adapun 'amblas' kita pakai untuk melukiskan sesuatu yang hilang, raib, atau tidak muncul-muncul lagi.
Contoh dalam kalimat:
- Akibat cuaca hujan, beberapa titik di ruas Jalan Gatot Subroto ambles.
- Dalam hitungan detik, uang Rp 5 juta milikinya amblas dirampas pencuri.
Semoga dengan dua contoh kalimat di atas kita bisa membedakan pemakaian kedua kata ini.
Arti dan Pemakaian Kata "Donor"
Satu lagi kata yang salah kaprah yang sering kita temukan,
yakni kata 'donor'.
Apa arti kata donor, kita cek di KBBI:
do·nor n 1 penderma; pemberi sumbangan; 2 penderma darah (yg menyumbangkan darahnya untuk menolong orang lain yg memerlukan):
Dengan demikian, kata 'mendonorkan darah', 'pendonor',
'melakukan donor darah' adalah keliru.
Perhatikan kalimat ini:
Simbiosis mutualisme. Itulah yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya. Artikel ini di Ambil Dari => http://haxims.blogspot.com/2011/05/5-manfaat-dari-donor-darah.html#ixzz1jOMCXYEW By Haxims
Sebaiknya kalimat 'melakukan donor darah' kita ubah menjadi
'mendonasikan darah'; 'menyumbang darah', 'mendermakan darah'.
Untuk kata 'pendonor' cukup kita sebut 'donor' saja atau
'penyumbang darah'; 'penderma darah'.
Ada juga pilihan kata lain untuk menunjukkan prosesnya, yakni 'pendonasian darah', 'penyumbangan darah'.
Selamat berakhir pekan.
Saturday, January 14, 2012
Antara "Pewaris" dan "Ahli Waris"
Teman-teman,
Ada yang menyebutkan: Kim Jong Un adalah PEWARIS takhta kepemimpinan di Korea Utara.
Padahal, kata PEWARIS itu berarti "orang yang mewariskan".
Benarkah Kim Jong Un orang yang mewariskan (memberikan) takhta? Bukankah dia yang menerima warisan?
Untuk itu, ada baiknya kita menggunakan kata AHLI WARIS saja supaya maknanya pas.
Berikut, saya salin-tempelkan arti lengkap dari kata ini, menurut KBBI:
1wa·ris n orang yg berhak menerima harta pusaka dr orang yg telah meninggal;
-- asli waris yg sesungguhnya, msl anak dan istri; -- karib waris yg dekat hubungan kekerabatannya; -- sah penerima warisan yg sah berdasarkan hukum (agama, adat);
me·wa·risi v 1 memperoleh warisan dr: krn anak satu-satunya, dialah yg akan ~ seluruh harta kekayaan orang tuanya; 2 ki memperoleh sesuatu yg ditinggalkan oleh orang tuanya dsb: ia tidak saja memperoleh harta kekayaan, tetapi ia juga ~ utang-utang yg ditinggalkan almarhum; me·wa·ris·kan v 1 memberikan harta warisan kpd; meninggalkan sesuatu kpd: gurunya ~ ilmu silat kepadanya; 2 menjadikan orang lain menjadi waris;
wa·ris·an n sesuatu yg diwariskan, spt harta, nama baik; harta pusaka: ia mendapat ~ yg tidak sedikit jumlahnya; pe·wa·ris n orang yg mewariskan;
pe·wa·ris·an n proses, cara, perbuatan mewarisi atau mewariskan;
ke·wa·ris·an n hal yg berhubungan dng waris atau warisan
-- asli waris yg sesungguhnya, msl anak dan istri; -- karib waris yg dekat hubungan kekerabatannya; -- sah penerima warisan yg sah berdasarkan hukum (agama, adat);
me·wa·risi v 1 memperoleh warisan dr: krn anak satu-satunya, dialah yg akan ~ seluruh harta kekayaan orang tuanya; 2 ki memperoleh sesuatu yg ditinggalkan oleh orang tuanya dsb: ia tidak saja memperoleh harta kekayaan, tetapi ia juga ~ utang-utang yg ditinggalkan almarhum; me·wa·ris·kan v 1 memberikan harta warisan kpd; meninggalkan sesuatu kpd: gurunya ~ ilmu silat kepadanya; 2 menjadikan orang lain menjadi waris;
wa·ris·an n sesuatu yg diwariskan, spt harta, nama baik; harta pusaka: ia mendapat ~ yg tidak sedikit jumlahnya; pe·wa·ris n orang yg mewariskan;
pe·wa·ris·an n proses, cara, perbuatan mewarisi atau mewariskan;
ke·wa·ris·an n hal yg berhubungan dng waris atau warisan
Sekian dulu ya. Semoga bermanfaat
Salam Kata Kita
"Dimungkiri" bukan "Dipungkiri"
Saya tidak tahu, apakah Anda termasuk yang terganggu ketika media massa, utamanya televisi mengucapkan kata "dipungkiri". Padahal, seharusnya kata itu disebut "dimungkiri".
Menurut KBBI:
mung·kir v 1 tidak mengaku(i); tidak mengiakan: ia tetap -- atas tuduhan yg ditimpakan kepadanya; 2 tidak setia; tidak menepati (janji); menolak; menyangkal: --akan janjinya; me·mung·kiri v 1 mengingkari; tidak membenarkan: kita tidak - bahwa perjuangan memerlukan pengorbanan; 2 tidak mau mengakui; menolak (tuduhan); tidak menepati (janji): - janji; - tuduhan; 3 menjauhkan diri dr: - perbuatan yg kurang baik
Karena kata dasarnya "mungkir" maka seharusnya ditulis "dimungkiri" bukan "dipungkiri".
Kemungkinan besar, pemakai kata ini "tertipu" dengan kata "memungkiri" yang menduga kata ini berasal dari "me + pungkir + i" sehingga luluh menjadi "memungkiri".
Semoga bermanfaat
Semoga bermanfaat
Subscribe to:
Comments (Atom)